This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 30 Januari 2018

Tokyo University of Technology


















Selasa, 26 Juli 2011

Indahnya Raja Ampat

mungkin banyak dari kita yang tidak mengetahui raja ampat.., apa sih raja ampat??? dimana yak?? apa rajanya ada empat?? hahaha mungkin itu pertanyaan2 dlm benak kita saat mendengar pertama kali tentang raja ampat..,(sok teu  :D)
sungguh aneh.., daerah ini ternyata lebih di kenal oleh orang2 barat ketimbang orang lokal , keindahan alamnya membuat raja ampat menjadi salah satu tujuan favorit turis2 internasional. raja ampat terletak di daerah papua barat.(wilayah timur indonesia). dan menyedihkannya, ternyata semua aset di sana dikelola oleh asing


wisata lautnya gan...., @.@


tampak malam hari


gambar2 keren lainya








Seomoga bisa menjadi referensi perjalanan anda...
Cintai produk dalam negeri...cintai indonesia.. karena indonesia ingin dimengerti INDONESIA BISA!!

Minggu, 24 Juli 2011

INDIKASI KELEMAHAN WIRAUSAHAWAN INDONESIA

     Persaingan dengan dunia luar tetap akan terjadi. Permodalan yang minim biasanya menjadi kendala utama untuk melanjutkan eksipansi usaha. Sering kali disaat sulit tersebut, banyak yang terjerembab dalam kebangkrutan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, peran pemerintah sangat penting guna memprokteksi usaha-usaha kaum muda agar tidak mudah rapuh diterjang kompetisi pasar yang tidak sehat. Lain soal kalau usaha-usaha tersebut sudah berskala besar, daya tahanmya akan lebih kuat.
Menyiapkan kaum muda yang mempunyai jiwa entrepreneurship merupakan langkah strategis untuk menyongsong perubahan zaman yang berubah cepat.
     Di Negara maju Amerika Serikat jumlah wirausahawan mencapai 11,5 persen dari total penduduknya. Singapura memiliki 7,2 persen wirausahawan dari penduduknya. Adapun Indonesia hanya memiliki 0,18 persen dari total penduduk. Padahal jumlah penduduk Indonesia sudah lebih dari 220 juta, idealnya memiliki wirausaha sebanyak 5 persen dari total penduduknya agar bisa maju. Sebagia langkah awal yang bisa dilakukan Pemrintah untuk membangun visi kewirausahaan kaum muda dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan baik formal maupun informal. Pemerintah perlu memikirkan korikulum yang berbasis wirausaha.
    Pengembangan pendidikan diarahkan menuju kemampuan memiliki life skill. Sedangkan untuk pendidikan formal, perlu digagas pelatihan-palatihan wirausahawan muda yang lebih adaptif dan sesuai dengan minat kaum muda. Juga perlu adanya kontribusi pemerintah dalam hal memfasilitasi pembentukan pusat-pusat pendidikna inkubasi kewirausahaan yang akan menjadi jembatan antara user dan produsen. Selama ini kelemahan wirausaha sering terkendala masalah akses jaringan pemasaran dan permodalan.
     Peran Pemerintah dalam hal permodalan juga dirasa sangat penting, guna mendorong wirausaha kaum muda dapat berkembang. Dalam hal ini dunia perbankan diharapkan mampu memfasilitasai wirausaha kaum muda agar bisa menjadi stimulus bagi perkembangan usahanya. Namun demikian, untuk menjadi kaum muda bervisi wirausahawan memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang. Dalam prosesnya harus selalu diiringi dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Agar pengembangan kewirausahaan ini bukan hanya berorientasi hasil melainkan proses yang bernilai bagi pelakunya.

Kelemahan wirausaha Indonesia menurut Heidjrachman Ranu Pandojo yang perlu diperbaiki adalah :
---- Sifat mentalitet yang meremehkan mutu
---- Sifat mentalitet yang suka menerabas
---- Sifat tidak percaya pada diri sendiri
---- Sifat tidak berdisiplin murni
---- Sifat mentalitet yang suka mengabaikan tanggunjawab yang kokoh.
Dan tambahannya :
------  selalu ingin mendapatkan hasil yang instan
------ kurang peka terhadap informasi pasar dan modal usaha
------ mennyerah pada keadaan (resiko).
------ masalah modal dianggap masalah yang sangt penting, (tidak ada modal, tidak ada usaha)

MINYAK DAN LEMAK (Angka Asam)

Bahan pangan yang tersedia di alam tersusun atas unsur kimia seperti karbon (C), hydrogen (H), nitrogen (N), oksigen (O), sulfur (S), phosphor (P), dan lain-lain.  Setiap bahan pangan mempunyai susunan kimia yang berbeda-beda dan mengandung zat gizi yang bervariasi yang banyak jumlahnya. Lemak merupakan suatu kelompok senyawa yang heterogen, tetapi mempunyai kesamaan sifat kelarutannya. Lemak umumnya tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti eter dan petroleum eter. Berat jenisnya lebih rendah daripada air. Yang tergolong sebagai lemak adalah lemak netral atau trigliserida dan lilin. Sterol, fosfolipid, ester asam lemak dan yang termasuk turunan lemak. Trigliserida adalah bentuk utama lemak, baik di dalam tubuh manusia maupun di dalam bahan pangan. Secara kimia, trigliserida terdiri atas 3 asam lemak yang melekat pada gliserol dan ikatan ester. Lemak (padat) pada umumnya mengandung mengandung asam lemak jenuh (lemak yang berikatan rangkap tinggi, sedangkan minyak (cair) tingkat ketidakjenuhannya tinggi berarti banyak mengandung asam lemak berikatan rangkap sehingga cenderung mudah teroksidasi, kecuali minyak kelapa kandungan asam lemak tidak jenuhnya rendah. Semakin panjang rantai atom karbon asam, akan semakin tinggi ketidakjenuhannya dan sifat fisik asam lemak ini cenderung semakin encer (Widyaningsih, 2004).
Bilangan asam adalah ukuran dari jumlah asam lemak bebas serta dihitung berdasarkan berat molekul dari asam lemak atau campuran asam lemak. Bilangan asam dinyatakan sebagai jumlah milligram KOH 0,1 N yang digunakan untuk mrnrtralkan asam lemak bebas yang terdapat dalam 1 gram minyak atau lemak. Derajat asam adalah banyaknya milliliter KOH 0,1 N yang diperlukan untuk menetralkan 100 gram minyak atau lemak (Ketaren, 2005). Sedangkan menurut Sumardi dan Hardoko (1992) bilangan asam lemak bebas adalah banyaknya basa dalam ml ekuivalen yang diperlukan untuk menetralkan 100 gram contoh yang ditentukan.
Angka FFA adalah indikasi dari jumlah ketengikan hidrolitik kandungan/kadar FFA yang ditentukan dengan titrasi alkali standar. Penentuan angka FFA harus ditetapkan untuk tiap spesies ikan, dimana batas maksimumnya akan berubah-ubah tergantung dalam tiap ikatannya (Bonnel, 1998).


Karakteristik
Minyak kelapa berdasarkan kandungan asam lemak digolongkan kedalam minyak asam laurat, karena kandungan asam lauratnya paling besar jika dibandingkan dengan asam lemak lainnya. Berdasarkan tingkat ketidak jenuhannya yang dinyatakan dengan bilangan iod (iodine value), maka minyak kelapa dapat dimasukkan ke dalam golongan non drying oils karena bilangan iod minyak tersebut berkisar antara 7,5 hingga 10,5 (Ketaren, 2008).
            Minyak kelapa mengandung 84% trigliserida, sterol yang terdapat dalam minyak nabati disebut phitosterol dan mempunyai dua isomer yaitu beta sitosterol (C29H50O) dan stigmasterol (C29H48O). Sterol bersifat sebagai stabilizer dalam minyak. Tokoferol mempunyai 3 isomer yaitu α-tokoferol (titik cair 158-160 0C); α, β – tokoferol (titik cair 138 – 140 0C); dan β – tokoferol. (Muchtadi dan Sugiyono, 1992).
                                                                                     
Kandungan jenis minyak kelapa tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O. Minyak sawit terdiri atas fraksi padat dan fraksi cair dengan perbandingan yang seimbang. Penyusun fraksi padat terdiri atas asam lemak jenuh, antara lain asam miristat (1%), asam palmitat (45%) dan asam stearat. Sedangkan fraksi cair tersusun atas asam lemak tak jenuh yang terdiri dari asam oleat (39%), dan asam linoleat 11% (Silviana, 2008).
Proses penyaringan minyak kelapa sawit sebanyak 2 kali (pengambilan lapisan minyak jenuh) menyebabkan kandungan asam tak jenuh menjadi lebih tinggi. Tingginya kandungan asam lemak tak jenuh menyebabkan minyak menjadi mudah rusak oleh proses penggorengan karena selama proses menggoreng, minyak akan dipanaskan secara terus menerus pada suhu tinggi serta terjadinya kontak dengan oksigen dari udara luar yang memudahkan terjadinya oksidasi pada minyak  (Sartika, 2009).

Prinsip Metode Analisa
Menurut Herlina (2002) angka asam menunjukkan banyaknya asam lemak bebas yang terdapat dalam suatu lemak atau minyak. Angka asam dinyatakan sebagai jumlah miligram NaOH yang dibutuhkan asam lemakbebas yang terdapat dalam satu gram lemak atau minyak.
            Asam  
Menurut Sudarmadji, et. al., (2007), cara penentuan minyak atau lemak sebanyak 10 -20 gram ditambahkan 50 ml alkohol netral 95% kemudian dipanaskan 10 menit dalam penangas air sambil diaduk dan ditutup pendingin balik. Alkohol berfungsi untuk melarutkan asam lemak. Setelah didinginkan kemudian dititrasi dengan KOH 0,1 N menggunakan indikator phenolphathalein sampai tepat warna merah jambu.
Angka asam
Menurut Widjanarko (1996) lemak atau minyak dilarutkan dalam alcohol 95% dan dipanaskan selama 10 menit diatas penangas air sambil diaduk dan ditutup dengan pendingin balik, setelah dingin asam lemak bebas dititrasi dengan KOH dengan indikator pp sampai merah jambu.
Angka asam

 Lemak dan Minyak
            Lemak merupakan pangan yang berenergi tinggi, setiap gramnya member lebih banyak energi daripada karbohidrat atau protein. Lemak juga merupakan makanan cadangan di dalam tubuh, karena kelebihan karbohidrat diubah menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adipose. Lemak terutama terdiri atas trigliserida tetapi juga mengandung kolestrol, yang diduga mempunyai hubungan dengan penyakit jantung dan asam-asam lemak esensial yaitu linoleat dan asam arakhidonat (Buckle, et al, 2007).
Lemak atau minyak merupakan zat makanan yang penting untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Selain itu, lemak dan minyak juga merupakan sumber energy yang lebih efektif dibandingkan karbohidrat dan protein (Winarno, 2002). Sedangkan menurut Sediaoetama (2008), lemak adalah sekelompok ikatan yang terdiri atas unsur-unsur Carbon (C), Hidrogen (H) dan Oksigen (O) yang mempunyai sifat dapat larut dalam zat-zat pelarut tertentu (zat pelarut lemak) seperti petroleum eter, benzene, lemak, yang mempunyai titik lebur tinggi bersifat padat pada suhu kamar, sedangkan yang mempunyai titik lebur rendah bersifat cair pada suhu kamar.
Lemak dan minyak terdiri dari trigliserida campuran yang merupakan ester dari gliserol dan asam lemak rantai panjang. Angka nabati terdapat dalam buah-buahan, kacang-kacangan, biji-bijian, akar tanaman dan sayur-sayuran. Dalam jaringan hewan, lemak terdapat diseluruh badan, tetapi jumlah terbanyak dalam jaringan adipose dan tulang sumsum trigeliserida dapat berwujud padat atau cair. Hal ini tergantung dari komposisi asam lemak yang menyusunnya. Sebagian besar minyak nabati berbentuk cair karena mengandung sujumlah asam lemak tidak jenuh, yaitu oleat, linoleat atau asam linoleat dengan titik cair yang rendah. Lemak hewani pada umunya berbentuk padat pada suhu kamar karena banyak mengandung asam lemak jenuh misalnya asam polimitat dan stearat yang mempunyai titik cair lebih tinggi (Ketaren, 2008).
Dalam proses pembentukannya, trigliserida merupakan hasil proses kondensasi satu molekul gliserol dengan tiga molekul asam-asam lemak (umumnya ketiga asam lemak berbeda-beda) yang membentuk satu molekul trigliserida dan tiga molekul air.
                                                            O
H2C – OH       HOOCR1           H2C – O – C – R1
                                                                                O
HC – OH      + HOOCR2        HC – O –C –R2           + 3 H2O
                                                               O
H2C – OH       HOOCR3        H2C – O – C – R3
Gliserol                        asam lemak    trigliserida              air
Kalau R1 = R2 = R3 maka trigliserida yang terbentuk disebut trigliserida sederhana (simple triglyceride) sebaliknya berbeda disebut trigliserida campuran (mixed trigliseride) (Sudarmadji, et. al., 2007).

 Hubungan Asam Lemak Bebas dengan Kualitas
            Menurut Ketaren (2008) lema dengan kadar asam lemak bebas lebih besar dari 1%. Jika dicicipi akan terasa membentuk film pada permukaan lidah dan tidak berbau tengik. Namun intensitasnya tidak bertambah dengan bertambahnya jumlah asam lemak bebas. Asam lemak bebas, walaupun berada dalam jumlah kecil mengakibatkan rasa tidak lezat. Hal ini berlaku pada lemak yang mengandung asam lemak tidak dapat menguap dengan jumlah atom 5 lebih besar dari 14 (5 > 14).
Penentuan kualitas minyak (murni) sebagai bahan makanan yang berkaitan dengan proses ekstraksinya, atau ada tidaknya perlakuan pemurnian lanjutan misalnya penjernihan (refining), penghilangan bau (deodorizing), penghilangan warna (bleaching), dan sebagainya. Penentuan tingkat kemurnian minyak ini sangat berhubungan erat dengan kekuatan daya simpanya, sifat gorengannya, baunya maupun rasanya. Tolok ukur kualitas ini termasuk angka asam lemak bebas (Free Fatty Acids atau FFA), bilangan peroksida, tingkat ketegikan dan kadar air (Sudarmadji, et. al., 2007).
Prinsip Kerja Bahan
Indikator PP
            Indikator PP adalah indikator perubahan warna dengan ditandai tepat hilangnya warna merah. Cara pembuatan indikator PP adalah 1 gram Penophatalein dalam 100 ml alkohol
 KOH
            KOH berfungsi untuk melarutkan asam lemak hasil hidrolisa agar mempermudah reaksi dengan basa sehingga terbentuk. Cara pembuatan KOH adalah KOH sebanyak 6,5 gram dilarutkan dalam aquadest hingga 1 L (Sudarmadji, et. al., 2007).

PEMANIS

Pemanis merupakan senyawa kinia yang sering ditambahkan dan digunakan untuk keperluan produk olahan pangan, industri, serta makanan dan minuman kesehatan. Pemanis berfungsi untuk meningkatkan cita rasa dan aroma, memperbaiki sifat kimia sekaligus merupakan sumber kimia bagi tubuh, mengontrol program pemeliharaan penurunan dan penambahan berat badan, mengurangi kerusakan gigi (Cahyadi, 2008).
Zat pemanis sintetik merupakan zat yang dapat menimbulkan rasa manis atau dapat membantu mempertajam penerimaan terhadap rasa manis tersebut, sedangkan kalori yang dihasilkan jauh lebih rendah daripada gula. Umumnya zat pemanis sintetik memiliki struktur kimia yang berbeda dengan struktur polihidrat gula alam. Meskipun telah banyak ditemukan zat pemanis sintetik, tetapi hanya beberapa saja yang dapat digunakan dalam bahan bahan makanan (Winarno, 2004).
Mono dan disakarida berfungsi sebagai pemanis di dalam makanan. Rasa manis merupakan kualitas kecakapan yang disenangi manusia sejaka lahir. Tingkat manis standart diambil sukrosa (100), fruktosa (173), glukosa (74), galaktosa (32), dan laktosa (16). Pemanis sintetik yang telah lama dikenal yaitu sakarin dan siklamat. Selain itu, ada juga stevioside atau aspartame. Dengan tingkat kemanisan stevioside adalah 15.000, aspartame 18.000, atau masing-masing 150 kali dan 180 kali tingkat kemanisan sukrosa (Sediaoetama, 2008).
Pemanis ditambahkan ke dalam bahan pangan memiliki beberapa tujuan yaitu sebagai pangan bagi penderita diabetes mellitus karena tidak menimbulkan kelebihan pada gula darah, memenuhi kebutuhan kalori rendah untuk penderita kegemukan, sebagai penyalut obat karena bersifat hidroskopis, dan tidak menggumpal, dan untuk menghindari kerusakan gigi, pada industri pangan digunakan pemanis sintetik untuk menekan biaya produksi karena rasa manisnya lebih tinggi dan harganya murah (Subani, 2008). 

Karakteristik
Candy (permen) berbahan dasar dari pemanis, yang bisa berarti gula ataupun madu yang kemudian ditambahkan berbagai macam bahan seperti perasa, kacang, buah, minyak, gelatin, emulsi, pewarna, telur, susu, coklat, maupun cocoa. Candy juga bisa disebut sebagai gula-gula di Amerika dan disebut sebagai swetts (pemanis) di Negara Inggris. Permen bisa dibedakan menjadi dua macam berdasarkan persiapannya, yang mana berdasarkan kenyataan bahwa gula ketika dipanaskan melalui proses pengkristalan. Lunak ataupun menjadi kristal, permen tetap terasa lembuh dan mudah dikunyah. Tipe permen yang lunak biasanya terbuat dari bahan dasar krim cokelat dan gula-gula bon-bon agar lunak. Tipe permen yang keras biasanya berbahan dasar toffless (Wikipedia, 2010).
Pada setiap permen memiliki komposisi yang berbeda-beda seperti pada jenis permen berikut (Digital Collections, 2010).
1.    Sugar free candy mempunyai komposisi yang meliputi sorbitol, pemanis buatan (aspartame 1,839/kg), minyak peppermint, menthol, presertive, aroma menurut rasa, pewarna buatan, erythrosine C1 45430, mengandung fenilalanin.
2.    Permen mint mempunyai komposisi yang meliputi sucrose, glukosa, asam sitrat, CMC, peppermint, minyak, menthol, pravour, preservative, tartrazine C1 19140

Macam-Macam Bahan Pemanis
Menurut Cahyadi (2008), dilihat dari sumbernya, pemanis dibedakan menjadi 2 yaitu pemanis alami dan pemanis buatan. Pemanis alami biasanya berasal dari tanaman. Beberapa bahan pemanis alami yang sering digunakan yaitu sukrosa, laktosa, maltose, galaktosa, D-glukosa, D-fruktosa, sorbitol, manitol, gliserol, glisina.
Sedangkan pemanis sintetis adalah bahan tambahan yang dapat menyebabkan rasa manis pada pangan, tetapi tidak memiliki nilai gizi. Beberapa pemanis sintetik yang umum digunakan adalah sakarin, siklamat, aspartame, dulsin, sorbitol sintetis, dan nitro-propoksi-alanin.
Menurut Winarno (2004) pada mulanya garam, Na dan Ca siklamat yang kemanisannya 30 kali kemanisan sukrosa digunakan sebagai pemanis. Kemudian dilarang penggunaannya di amerika Serikat karena diperkirakan bersifat karsinogen. Zat pemanis sintetik yang kini banyak digunakan adalah garam Ca atau Na-sakarin. Penggunaan sakarin tergantung intensitas kemanisan yang dikehendaki. Pada konsentrasi tinggi, sakarin menimbulkan rasa pahit getir. Kemanisan sakarin 400x lebih besar dari kemanisan sukrosa 10%.
Menurut Sediaoetama (2008), pemanis sintetik yang telah lama dikenal adalah sakarin dan siklamat. Akhir-akhir ini telah diintroduksi 2 zat pemanis lain yaitu steriosida dan aspartam. Zat pemanis lain ialah hasil hidrolisa amylum, organik alami yang diekstrak dari pohon stevioside rebaudiana, sedangkan aspartame adalah ikatan organik yang menyerupai struktur asam amino asparagin, dan di dalam metabolismenya masuk jalur metabolism asam amino.  
Berdasarkan proses produksi dikenal suatu jenis pemanis yaitu sintetis dan natural. Sedangkan berdasarkan fungsinya dibagi dalam dua kategori, yaitu bersifat nutritive dan non nutritif. Pemanis sintetis dihasilkan melalui proses kimia. Contoh dari pemanis ini antara lain siklamat, aspartame, dan sakarin. Pemanis natural dihasilkan dari proses eksiraksi atau isolasi tanaman atau buah melalui enzimatis, contohnya sukrosa, glukosa, fruktosa, dan sorbitol. Pemanis nutritive adalah pemanis yang dapat menghasilkan kalori atau energy sebesar 4 kalori/gram, sedangkan pemanis non nutritive adalah pemanis yang digunakan untuk meningkatkan kenikmatan, tetapi hanya sedikit sekali menghasilkan energy atau sama sekali tidak ada. Pemanis ini jenis ini membantu dalam manajemen mengatasi kelebihan berat badan, control glukosa, dan kesehatan gigi (Rismana, 2007).
Di dalam kategori produk pangan, pemanis termasuk ke dalam golongan bahan tambahan kimia selain bahan-bahan lainnya seperti antioksidan, pemutih, pengawet, pewarna dan sebagainya. Pada dasarnya pemanis buatan merupakan senyawa yang secara subtansial memiliki tingkat kemanisan lebih tinggi yaitu berkisar antara 30 sampai dengan ribuan kali lebih tinggi dan lebih manis dibandingkan sukrosa. Karena tingkat kemanisannya yang tinggi, penggunaan pemanis buatan hanya dibutuhkan dalam jumlah yang kecil sehingga dapat dikatakan rendah kalori atau tidak mengandung kalori. Selain itu penggunaan pemanis buatan untuk memproduksi makanan jsuh lrbih murah dibandingkan penggunaan sukrosa (Ambarsari et al, 2008).

Macam-Macam Pemanis Alami
Menurut Cahyadi (2008), bahan pemanis alami yang sering digunakan adalah sukrosa, laktosa, galaktosa, D-glukosa, D-fruktosa, sorbitol, manitol, gliserol dan glisina.
Menurut Ahsanmiftah (2010), macam-macam pemanis alami meliputi :
a.    Sukrosa
Sukrosa atau sakarosa dinamakan juga tebu atau gula bit. Secara komersial gula pasir 99% terdiri atas sukrosa dibuat dari kesua macam bahan makanan tersebut melalui proses penyulingan dan kristalisasi. Gula merah yang banyak digunakan di Indonesia terbuat dari gula tebu, kelapa, atau enau melalui proses penyulingan tidak sempurna.
b.    Glukosa
Glukosa dinamakan juga dekstrosa atau gula anggur, terdapat luas dialam dalam jumlah sedikit-sedikit yaitu di dalam satur, buah, sirup, jagun, dan di dalam madu. Dalam metabolism, glukosa merupakan bentuk karbohidrat yang beredar di dalam tubuh dan di dalam sel merupakan sumber energy.
c.    Fruktosa
Fruktosa dinamakan juga levulosa atau gula buah, adalah gula yang paling manis. Fruktosa mempunyai rumus kimia yang sama dengan glukosa yaitu C6H12O6, namun stukturnya berbeda. Susunan atom dalam fruktosa merangsang jonjot kecapan pada lidah sehingga menimbulkan rasa manis.
d.    Manosa
Manosa jarang ditemukan dalam makanan. Di gurun pasir, seperti di Israel, terdapat di dalam manna yang mereka olah untuk membuat roti.
e.    Galaktosa
Galaktosa tidak terdapat bebas seperti halnya glukosa dan fruktosa. Akan tetapi terdapat di dalam tubuh sebagai hasil pencernaan.

  Macam-Macam Pemanis Buatan (Sintetik)
Menurut Cahyadi (2008) pemanis sintetik yang sering digunakan adalah sakarin, siklamat, aspartame, dulsin, sorbitol, dan nitro-propoksi-anilin.
a.    Sakarin
            Menurut Subani (2009) sakarin secara luas dengan pengganti gula dengan pemanis lain seperti siklamat dan as[artam. Hal yang dimaksudkan untuk menutupi rasa tidak enak dari sakarin dan memperkuat rasa manis. Produk pangan yang menggunakan sakarin diantaranya adalah minuman ringan (soft drink), permen, selai, bumbu salad, gelatin rendah kalori dan hasil olahan lainnya tanpa gula.
b.    Aspartam
Menurut Ahsanmiftath (2010), aspartam ditemukan pada tahun 1965 secara kebetulan. Aspartame adalah senyawa metilester dipeptida yaitu L-fenilalanin-metil ester yang mempunyai daya kemanisan kurang lebih dua ratus kali kemanisan sakarosa.
c.    Siklamat
Menurut Suwahono et al (2009), siklamat atau asam sikalamt sebagai pemanis buatan digunakan dalam bentuk garam kalsium, dan natrium siklamat. Secara umum garam siklamat berbentuk Kristal putih, tidak berwarna, dan mudah larut dalam air serta berasa manis.

Prinsip Kerja Bahan
·           Ferry Chloride (FeCl2) cara pembuatannya yaitu sebanyak 10 gram FeCl3H2O dilarutkan dengan aquadet sampai 100 ml (Sudarmadji et al, 1997).
·           NaOH
NaOH (Natrium Hidroksida) berwarna putih atau praktis putih, massa melebur, berbentuk pellet, serpihan atau berbentuk lain. NaOH membentuk basa kuat bila dilarutkan dalam air (Shvoong, 2010).

Macam-Macam Metode Analisa
Menurut Sinatupang (2009) pemeriksaan kadar siklamat menggunakan metode spektrofotometri. Pemeriksaan kadar ssakarin dilakukan dengan menggunakan metode asam basa. Menurut Deklin (2010), titrasi merupakan metode yang dilakukan dengan analisis volumetrik dan digunakan untuk menguji konsentrasi dari larutan uji yang direaksikan dengan larutan standar.
Penentuan/analisa adanya asam siklamat yakni analisis secara kuantitatif. Dalam metode ini, melibatkan tahapan penyiapan sampel yang meliputi pelarutan, pengendapan, penyaringan, dan penambahan HCl pekat dan NaNO2 pada filtrat. Dengan penambahan HCl pekat dan NaNO2  jika terdapat endapan maka sampel tersebut positif mengandung asam sikalamat.
Cara penetapan analisis kadar sikalamat menurut Subani (2009) adalah larutan A (sampel morbisa pohon pisang) dan larutan B (Na-benzoat, K-sorbat, dan Na-sakarin dengan konsentrasi masing-masing 0,5 ml, 1 ml, 2 ml, 3 ml, dan 1 ml disuntikkan secara terpisah dan dilakukan khromatografi cair kinerja tinggi dengan kondisi sebagai berikut :
Kolom              : oktadesil silana pada partikel silica 10 mm/15 mm 4-6 mm x 15 cm (atau yang sesuai).
Fase Gerak  : daftar, methanol (92:8) disaring memakai membrane filter 0,45 mm dan didinginkan.
Laju aliran       : 1 ml/detik
Detektor         : cahaya UV dengan panjang gelombang 225 nm
Volume Penyuntikan :  10 µl 20 µl
Rumus yang digunakan untuk penentuan kadar sakarin adalah
Kadar natrium sakarin :   x FP x  x 87,70%
Wb       : Berat Sampel
FP       : Faktor Pengenceran
Vol P   : Volume Penyuntikan
X          : Kadar Sakarin (µg/µl)

IKATAN KOVALEN POLAR DAN NON POLAR

Berdasarkan  pengetahuan  keelektronegatifan  yang  telah diketahui maka salah satu akibat adanya perbedaan keelektronega-tifan antar dua atom unsur berbeda adalah terjadinya polarisasi ikatan kovalen. Adanya polarisasi menyebabkan ikatan kovalen dapat dibagi menjaadi ikatan kovalen polar dan ikatan kovalen nonpolar. Ikatan kovalen polar dapat dijumpai pada molekul hidrogen klorida sedangkan ikatan kovalen nonpolar dapat dilihat pada molekul hidrogen.

Pada hidrogen klorida terlihat bahwa pasangan elektron bersama lebih tertarik ke arah atom klorin karena elektronegatifitas atom klorin lebih besar dari pada elektronegatifitas atom hidrogen. Akibat hal ini adalah terjadinya polarisasi pada hidrogen klorida menuju atom klorin. Ikatan jenis ini disebut ikatan kovalen polar. Hal yang berbeda terlihat pada molekul hidrogen. Pada molekul hidrogen, pasangan elektron bersama berada ditempat yang berjarak sama diantara dua inti atom hidrogen (simetris). Ikatan yang demikian ini dikenal sebagai ikatan kovalen nonpolar.
Orbital H2 dan HCl, polarisasi ikatan kovalen
Ikatan kovalen polar adalah suatu ikatan kovalen dimana elektron-elektron yang membentuk ikatan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berputar dan berkeliling disekitar salah satu atom. Pada molekul HCl elektron yang berikatan akan lebih dekat kepada atom klor daripada Hidrogen. Polaritas ikatan ini dapat digambarkan dalam bentuk panah atau symbol δ+ , δ-. δ+ adalah tanda bahwa atom lebih bersifat elektropositif di banding dengan atom yang menjadi pasangannya. δ- berarti bahaw atom lebih bersifat elektronegatif daripada atom yang menjadi pasangan ikatannya



Ikatan 1,2 dan 3

 
Kovalen murni (non polar) adalah memiliki ciri Titik muatan negatif elektron persekutuan berhimpit, sehingga pada molekul pembentukuya tidak terjadi momen dipol, dengan perkataan lain bahwa elektron persekutuan mendapat gaya tarik yang sama


 
Struktur H2 dan CO2 adalah contoh ikatan kimia non polar karena daya tariknya seimbang baik antara H dengan H atau antar O dengan C kiri dan kanan seimbang. Sehingga momen dipolnya menjadi nol
Contoh lain adalah senyawa CH4, H2, O2, Br2 dan lain-lain

Molekul Polar dan Molekul Nonpolar

 Molekul yang berikatan secara kovalen nonpolar seperti H2, Cl2 dan N2 sudah tentu bersifat nonpolar. Akan tetapi molekul dengan ikatan  kovalen  polar  dapat  bersifat  polar  dan  nonpolar  yang bergantung pada bentuk geometri molekulnya. Molekul dapat bersifat nonpolar apabila molekul tersebut simetris walaupun ikatan yang digunakan adalah ikatan kovalen polar.

Susunan ruang (VSEPR) BF3, H2O, NH3 dan BeCl2
Molekul H2O dan NH3 bersifat polar karena ikatan O-H dan N-H bersifat polar. Sifat polar ini disebabkan adanya perbedaan keelektronegatifan dan bentuk molekul yang tidak simetris atau elektron tidak tersebar merata. Dalam H2O, pusat muatan negatif terletak pada atom oksigen.
sedangkan pusat muatan positif pada kedua atom hidrogen. Dalam molekul NH3, pusat muatan negatif pada atom nitogen dan pusat muatan positif pada ketiga atom hidrogen. Molekul BeCl2 dan BF3 bersifat polar karena molekul berbentuk simetris dan elektron tersebar merata walupun juga terdapat perbedaan keelektronegatifan.
Kepolaran suatu molekul dapat diduga dengan menggambarkan ikatan menggunakan suatu vektor dengan arah anak panah dari atom yang bermuatan positif menuju ke arah atom yang bermuatan negatif. Molekul dikatakan bersifat nonpolar apabila resultan vektor sama dengan nol. Sedangkan molekul bersifat polar apabila hal yang sebaliknya terjadi, resultan tidak sama