Jumat, 22 Juli 2011

Prosedur Insulasi Tunggal


Pada  Insulasi Tunggal dengan gabus atau asbes, langkah pertama yang kita lakukan adalah mengambil 3 ekor ikan Nila kemudian dimatikan dengan cara ditusuk pada bagian medula oblongatanya, hal ini dilakukan karena medula oblongata merupakan pusat syaraf sehingga ikan akan cepat mati. Kemudian dicuci untuk menghilangkan kotoran dan lendir yang mengandung glukoprotein dan mucin yang merupakan substrat yang baik bagi pertumbuhan bakteri pembusuk, langkah selanjutnya ialah ikan ditimbang menggunakan timbangan duduk utuk mengetahui berat awal guna menentukan berat esyang akan digunakan
            Selanjutnya diukur suhu ikan yang dicatat sebagai T0 (suhu awal ikan), pengukuran suhu ,awal ikan bertujuan untuk mengetahui suhu awal ikan sebelum didinginkan, pengukuran suhu awal ikan menggunakan thermometer. Sementara itu disiapkan coolbox dengan insulator yang berfungsi untuk memperlambat pindah panas yang berfungsi dari lingkungan luar ruangan coolbox ke dalam coolbox.  Menurut Putro,et.al.(2007) untuk mempertahankan suhu tetap rendah diperlukan kemampuan untuk mempertahankan pindah panas dari lingkungan ke dalam ruang penyimpanan.cara yang ideal untuk pindah (transfer) panas adalah dengan memberikan insulasi pada tempat yang akan dipergunakan untuk menyimpan ikan. Dengan menghambat pindah panas ini maka akan dapat mempertahankan  suhu tetap rendah sekaligus menghemat pemakaian es karena es mencairnya dapat diperlambat.
            Insulator diukur panjang (p), lebar (l), tinggi (t) dan ketebalannya (d) menggunakan penggaris pada coolbox , kemudian Insulator ditata dan dipasang pada coolbox.
            Selanjutnya ikan dimasukkan dalam coolbox yang telah diberi Insulator dan diberi es air tawar padabagian atas ikan sesuai perbandingan yaitu sebasar 1:1 dan 1:1. Menurut Wikipedia (2009), pemakaian es sangat baik karena hal berikut ini : es sanggup mendinginkan ikan dengan cepat, es berasal dari air sehingga tidak menimbulkan bahaya, es nudah didapat, es melindungi ikan dari kekeringan. Selanjutnya coolbox ditutup yang sebelumnya telah diberi es dengan perbandingan 1:1 dan 1:2, kemudian coolbox diukur suhunya dengan menggunakan thermometer dan diukur secara berkala selama 2 jam setiap 15 menit.
            Setelah seluruh data terkumpul dan dimasukkan pada form lalu dilakukan penghitungan Q, Menurut Ilyas (1988) jumlah panas yang terkonduksi melalui tutup alas atau salah satu sisi peti dan dihitung dengan rumus :
Q = 
Dimana :
A = Luas permukaan (m)
T1= Suhu pada sisi panas (°C)
T2= Suhu pada sisi dingin (°C)
X = Tebal materi pada peti (m)
K = Tetapan konduktivitas material yang menyelubungiwilayah dingin satuan kkal/m2  °C dan nilai tetapan tergantung konduktivitas panas melalui strukturnya.

0 komentar:

Posting Komentar