Jumat, 22 Juli 2011

FEASIBILITY STUDY (STUDI KELAYAKAN)

Studi kelayakan bisnis merupakan langkah awal memulai bisnis Studi kelayakan bisnis adalah sebuah penelitian mendalam tentang bisnis yang akan dijalani menyagkut banyak aspek hukum ,sosbud, manajemen keuangan, teknis operasional dan teknologi sampai pada pemasaran. dengan pertimbangan semua hal tersebut maka hasil Studi kelayakan bisnis akan digunakan sebagi acuan apakah bisnis tersebut layak dilanjutkan atau ditunda atau bahkan dibatalkan.
Aspek yang terdapat pada studi kelayakan bisnis yang terdiri dari berbagai aspek yang sudah disebutkan di atas antara lain :

1. Aspek hukum dan adminstrasi
terkait aspek legal yang meliputi ketentuan hukum yang berlaku termasuk :
a. Perijinan :
i) Izin lokasi :
ii) Izin usaha :
• Akte pendirian perusahaan dari notaris setempat PT/CV atau berbentuk badan hukum lainnya.
• NPWP (nomor pokok wajib pajak)
• Surat tanda daftar perusahaan
• Surat izin tempat usaha dari pemda setempat
• Surat tanda rekanan dari pemda setempat
• SIUP setempat
• Surat tanda terbit yang dikeluarkan oleh Kanwil Departemen Penerangan
2. Aspek sosial ekonomi dan budaya
Berkaitan dengan dampak yang diberikan kepada masyarakat karena adanya suatu proyek tersebut :
a. Dari sisi budaya
Mengkaji tentang dampak keberadaan peroyek terhadap kehidupan masyarakat setempat, kebiasaan adat setempat.
b. Dari sudut ekonomi
Apakah proyek dapat merubah atau justru mengurangi income per capita panduduk setempat. Seperti seberapa besar tingkat pendapatan per kapita penduduk, pendapatan nasional atau upah rata-rata tenaga kerja setempat atau UMR, dll.
c. Dan dari segi sosial
Apakah dengan keberadaan proyek wilayah menjadi semakin ramai, lalulintas semakin lancar, adanya jalur komunikasi, penerangan listrik dan lainnya, pendidikan masyarakat setempat.       Untuk mendapatkan itu semua dengan cara wawancara, kuesioner, dokumen, dll. Untuk melihat apakah suatu proyek layak atau tidak dilakukan dengan membandingkan keinginan investor atau pihak yang terkait dengan sumber data yang terkumpul.

3. Aspek pasar dan pemasaran
Berkaitan dengan adanya peluang pasar untuk suatu produk yang akan di tawarkan oleh suatu proyek tersebut :
• Potensi pasar
• Jumlah konsumen potensial, konsumen yang mempunyai keinginan atau hasrat untuk membeli.
Tentang perkembangan/pertumbuhan penduduk :
• Daya beli, kemampuan konsumen dalam rangka membeli barang mencakup tentang perilaku, kebiasaan, preferensi konsumen, kecenderungan permintaan masa lalu, dll.
• Pemasaran, menyangkut tentang starategi yang digunakan untuk meraih sebagian pasar potensial atau pelung pasar atau seberapa besar pengaruh strategi tersebut dalam meraih besarnya market share.

4. Aspek teknis dan teknologi
Berkaitan dengan pemilihan lokasi peroyek, jenis mesin, atau peralatan lainnya yang sesuai dengan kapasitas produksi, lay out, dan pemilihan teknologi yang sesuai.
5. Aspek manajemen
Berkaitan dengan manajemen pembangunan proyek dan operasionalnya.
6. Aspek keuangan
Berkaitan dengan sumber dana yang akan diperoleh dan proyeksi pengembaliannya dengan tingkat biaya modal dan sumber dana yang bersangkutan.
Feasibility Study vs Bussiness Plan

Studi Kelayakan Bisnis bukanlah suatu bussiness plan, hal ini seringkali disalah artikan.
Studi Kelayakan memiliki fungsi investigasi, sedangkan business plan memiliki fungsi planning/perencanaan yang beisikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mewujudkan suatu proposal dari suatu ide menjadi kenyataan.
Studi Kelayakan Bisnis mempertimbangkan dan mengkaji beberapa alternatif, yang nantinya akan dikaji untuk mendapatkan alternatif terbaik, sedangkan business plan berisi hanya satu alternatif.
Hasil dari studi kelayakan bisnis akan menjadi basis bagi business plan yang mulai dipersiapkan jika sudah diketahui bahwa suatu alternatif itu layak untuk dilanjutkan. Business plan berisikan “blueprint” dari project implementation.
Kenapa perlu dilakukan Feasibility Study?
Jika kita mengkaji investasi-investasi yang telah berhasil, akan kita temui bahwa rencana investasi tidak akan dilakukan tanpa melalui proses penilaian terhadap hal-hal penting dan menganalisis kemungkinan keberhasilan dari investasi yang akan dilakukan. Karena iti Studi Kelayakan merupakan suatu langkah krisis dan penting dalam suatu investasi. Jika dilaksanakan secara tepat akan memberikan investasi yang terbaik.
Berikut ini adalah alasan kenapa Studi kelayakan bisnis perlu untuk dilaksanakan.
a. Memunculkan beberapa alternatif sehingga memberikan arah atau fokus terhadap rencana investasi.
b. Mengurangi alternatif-alternatif yang ada.
c. Memberikan alasan untuk melanjutkan atau tidak melanjutkan suatu investasi.
d. Meningkatkan kemungkinan untuk sukses atau tercapainya tujuan investasi dengan cara mengidentifikasikan dan menanggulangi pengaruh dari proyek sedini mungkin.
e. Menyediakan informasi yang berkualitas bagi pengambil keputusan.
f. Menyediakan bahan untuk menarik minat investor.
Apa yang kami sediakan dalam konsultan study kelayakan bisnis ini?
Service kami untuk study kelayakan bisnis ini adalah:
1. Study kelayakan bisnis di bidang Industri seperti Pabrik (factory), Assembling, dan sejenisnya
2. Study Kelayakan bisnis di bidang Perdagangan seperti eksport import, distributor dan sejenisnya
3. Study Kelayakan bisnis dibidang Retail seperti pembukaan toko, pembentukan system franchising, dan sejenisnya
4. Study Kelayakan bisnis dibidang Jasa seperti jasa kurier, baby sister, konsultan dan sejenisnya
5. Study Kelayakan bisnis dibidang Marketing seperti perluasan pasar regional dan internasional, perluasan pasar ekspor dan sejenisnya.
Lingkup Kegiatan Feasibility Study
Secara umum suatu studi kelayakan terdiri atas 3 (tiga) komponen utama yaitu:
a. Analisis Kebutuhan
b. Study Kelayakan Teknis
c. Study Kelayakan Finansial
a. Analisis Kebutuhan
Hal paling penting yang harus dikaji dalam suatu studi kelayakan bisnis adalah ada tidaknya potensi kebutuhan akan investasi yang dimaksud. Data-data yang dibutuhkan didapat dengan melakukan survey/pengumpulan data sekunder maupun primer serta kajian yang tepat.
b. Kelayakan Teknis
Secara teknik perlu dilakukan kajian terhadap lokasi investasi yang tepat serta solusi-solusi teknik dalam proyek tersebut.
c. Kelayakan Finansial
Berdasarkan estimasi yang dilakukan untuk 2 aspek di atas, analisis kelayakan finansial dapat dilakukan. Hal-hal yang perlu diketahui adalah:
• Start-Up Costs
• Operating Costs
• Revenue Projections
• Sources of Financing
• Profitability Analisis
Hasil Studi Kelayakan Bisnis
Hasil dari suatu studi kelayakan akan berisikan kajian secara mendalam atas berbagai alternatif tersebut.
Penentuan alternatif terbaik bukan merupakan target suatu studi kelayakan bisnis , karena yang harus disajikan adalah atas masing-masing alternatif secara mendalam. Adalah bukan tugas dari pelaksana studi kelayakan bisnis untuk menentukan apakah investasi tersebut dihentikan atau diteruskan. Keputusan atas hal ini ada di pemberi pekerjaan.
Aspek-aspek Studi Kelayakan Proyek
Umumnya, suatu studi kelayakan proyek perlu membahas aspek-aspek: pasar, teknis, keuangan, hukum dan ekonomi negara. Hal-hal yang dikaji dari setiap aspek secara ringkas, sebagai berikut:
Aspek Pasar (dan pemasaran)
- permintaan (demand)
- penawaran (supply)
- harga/biaya
- program pemasaran
- perkiraan penjualan
Aspek Teknis
- studi/pengujian pendahuluan (yang pernah dilakukan)
- optimasi skala produksi
- ketepatan proses produksi yang dipilih -ketepatan pemilihan sarana produksi (mesin-mesin dan perlengkapan)
- perlengkapan dan pekerjaan tambahan
- penanganan limbah produksi
- ketepatan tata letak fasilitas produksi
- kesesuaian lokasi dan tapak produksi
- tata kala kerja
- kajian sosial terhadap teknologi yang dipakai
Aspek Keuangan
- dana yang diperlukan untuk investasi
- sumber-sumber anggaran
- taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba
- manfaat dan biaya (finansial)
- proyeksi keuangan
Aspek Manajemen
- Manajemen selama masa pembangunan proyek (pengelola, tata kala, pelaku studistudi);
- Manajemen dalam masa pengoperasian (benttuk dan struktur organisasi, deskripsi dan spesifikasi jabatan, personalia, jumlah SDM)
Aspek Hukum
- bentuk badan hukum/badan usaha
- jaminan terhadap pinjaman
- surat-surat legal: akta, sertifikat, izin, yang diperlukan
Aspek Ekonomi dan Sosial; terutama kajian pengaruh proyek terhadap
- penghasilan negara
- devisa (yang bisa dihemat dan yang bisa diperoleh)
- penambahan dan pemerataan kesempatan kerja
- industri lain terkait dan kondisi sosial masyarakat sekitar

0 komentar:

Posting Komentar